Sejarah Kerajaan Sriwijaya Di Indonesia

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Di Indonesia

Kali ini kita akan membahas Kerajaan Shrivia dengan nama, agama, budaya sosial, perdagangan dan politik Raja Shrivia di Kerajaan Shrivia. Penjelasan ini. . .

Daftar isi:
Apa itu Kerajaan Sriwijaya?
Nama raja-raja kerajaan Sriwijaya
1. Raja Daputra Hyang
2. Raja Darmasu
3. Raja Balaputra Deva
4. Raja Sri Sudamaniwarmadiwa
5. Raja Sangrama Weigatungawarman
Agama dan budaya sosial
Perdagangan
Politik
Struktur pemerintahan
Bagikan ini ::

Apa itu Kerajaan Sriwijaya?

Kerajaan Shrivia adalah salah satu negara berkembang dengan banyak kerajaan di Nusantara. Kekuatan banyak kerajaan di Indonesia dan bahkan di luar negeri.

Salah satu kerajaan nusantara yang paling kuat adalah Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini adalah kerajaan yang terletak di pulau Sumatra.

Kerajaan Sriwijaya

Nama raja-raja kerajaan Sriwijaya
Ini adalah beberapa nama raja-raja Srivija yang terkenal yang berhasil membuat kerajaan itu besar dan mampu dihormati pada waktunya:

1. Raja Daputra Hyang
Raja Daputra Hyang adalah salah satu raja Shriya yang berhasil membuat kerajaan melebarkan sayapnya. Raja yang satu ini berusaha menjadikan kerajaan itu kerajaan laut. Baca juga: Kerajaan Tarumanyar

Kisah tentang Raja Daputra Hyang ini dapat ditemukan di prasasti Kedukan Bukit (683M). Selama masa pemerintahannya, tentu saja, Dabutra Hyang memiliki pengaruh besar.

2. Raja Darmasu
Pada masa pemerintahan Raja Dharmaset, kerajaan tampaknya telah meluas ke Semenanjung Melayu. Ini membuat kerajaan ini membangun pangkalan di wilayah Liguria.

Raja Dharmasetu telah berhasil berbagi berbagai prestasi karena ia telah berhasil membangun hubungan dengan Cina dan India.

Ini sangat bermanfaat bagi Kerajaan dari kegiatan komersialnya.

3. Raja Balaputra Deva
Raja Palaputra Dewa adalah raja yang berhasil menjadikan Sriwijaya kerajaan terbesar saat itu. Dia mengambil satu raja ini pada abad ke-9. Kisah Raja Balaputra Dewa berasal dari sebuah prasasti berjudul Nalanda.

Baca juga: Kerajaan Kutai
Karena kehebatan kepemimpinan, Raja Balaputra Dewa sendiri menciptakan kerajaan sebagai kerajaan dengan pusat Budha terbesar di Asia Tenggara.

Balaputra Dewa adalah keturunan dari keluarga Syailendra, putra Raja Samaratungga dan Dewi Tara.

Berkat prestasi dan keterampilan pemerintahannya, Raja Palaputra menjadikan Deva raja untuk memimpin Sriwijaya menuju kemenangan.

4. Raja Sri Sudamaniwarmadiwa
Pada masa pemerintahan Raja Sri Sudamaniwarmadiwa, ternyata kerajaan itu diserang oleh keluarga Raja Dharma, yang telah diturunkan dari Jawa Timur.

Namun, tentara Sriwijaya mampu menghentikan serangan.

5. Raja Sangrama Weigatungawarman
Pada masa pemerintahan Raja Sangram, diketahui bahwa Sriwijaya sedang menyerang kerajaan Shola di bawah Raja Rajendra Chola.

Hal ini menyebabkan penangkapan Raja Sangram. Namun, pada masa pemerintahan Raja Kulutung I, Raja Chola, Raja Sangram dan Yigatungawarman dibebaskan.

Ini adalah raja-raja terkenal yang membuat kerajaan ini luar biasa dan dihancurkan dengan menyerang kerajaan lain.

Kemuliaan raja-raja kerajaan tentu tidak jauh dari kehidupan agama, budaya, komersial, dan politik pemerintahannya. Baca juga: Memahami Persediaan

Agama dan budaya sosial
Kerajaan Shrivia adalah kerajaan yang sudah dikenal sebagai pusat pengajaran agama Buddha. Kerajaan ini menjadi pusat pendidikan Buddhis, yang berubah membuat Sriwijaya menarik banyak peziarah.

Di antara mereka adalah seorang pendeta Cina yang melakukan perjalanan ke Sumatra selama kunjungan studinya ke India dari Universitas Nalanda, 671 hingga 695.

Oleh karena itu pantas bahwa Kerajaan adalah pusat pembelajaran Buddhis terbesar di Asia Tenggara. Banyak ajaran Buddha lainnya berkembang di kerajaan ini, seperti Buddhisme Hinayana dan Buddhisme Mahayana.

Selain itu, kemampuan raja-raja Srivian untuk berdagang dengan Kepulauan Melayu mulai 7-9. Abad ini juga memengaruhi budaya Melayu dan bahasa kepulauan.

Tentu saja, sebagai pusat perbelanjaan di Asia Tenggara, Sriwijaya dapat bekerja dengan para pedagang dan peneliti di Timur Tengah.

Sumber : www.pakguru.co.id