Kapan deteksi bibir janin dapat dilakukan ?

Kapan deteksi bibir janin dapat dilakukan ?

Masalah celah labial atau labial masih ada di Indonesia. Diperkirakan di antara 700 kelahiran, salah satunya memiliki bibir sumbing. Meskipun penyebab bibir sumbing masih misterius, cacat lahir ini dapat dideteksi lebih awal selama kehamilan. Jadi kapan wanita hamil bisa mendeteksi kemungkinan bibir sumbing pada janin? Ayo, cari jawabannya di bawah ini.

Kapan deteksi bibir janin dapat dilakukan?

Wanita hamil sangat dibutuhkan untuk memeriksa kesehatan mereka secara teratur. Ini dilakukan tidak hanya untuk memantau kesehatan ibu, tetapi juga perkembangan janin.

Pemeriksaan rutin dapat membantu ibu hamil menemukan masalah yang bisa memengaruhi bayi dalam kandungan, salah satunya adalah bibir sumbing.

Kebanyakan orang tua mengetahui kondisi bibir setelah bayi lahir. Namun, kemajuan perkembangan teknologi sekarang membantu orang tua dan dokter untuk mendeteksi bibir sumbing pada janin terlebih dahulu.

Tes kesehatan yang dapat membantu mendeteksi celah bibir selama kehamilan adalah tes pencitraan dalam bentuk ultrasonografi 3 atau 4 dimensi.

Tes pencitraan ini dapat dilakukan selama kehamilan selama usia 6 bulan.

Sayangnya, tes ini hanya dapat mendeteksi anak-anak dengan kondisi celah lipid, bukan dengan langit yang kosong.

Celah langit adalah anomali langit-langit. Anomali kongenital ini biasanya terjadi sering bersamaan dengan bibir sumbing.

Kenapa berbeda? Celah langit lebih sulit dideteksi karena pertumbuhannya terjadi di dalam tubuh, sehingga sulit dilihat. Berbeda dengan bibir sumbing yang muncul dari luar tubuh.
Apa yang terjadi jika hasil USG anak menunjukkan bibir sumbing?

USG transvaginal

Bibir sumbing dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dalam kandungan.

Setelah mendeteksi bibir sumbing pada janin, ternyata dokter menyatakan bahwa anak tersebut memiliki kondisi ini, apa yang harus Anda lakukan?

Dalam diskusi media, Senin (14/5), Letnan Colonn. CKM. dr. Denny Irwansyah, SpBP-RE, spesialis bedah plastik dan rekonstruktif, mengatakan: “Dalam situasi ini, tidak ada tindakan medis yang dapat diambil.”

Sulit menghadapi kenyataan bahwa anak itu harus dilahirkan dengan celah di rongga mulutnya. Namun, jangan berkecil hati.

Jangan biarkan kesedihan mengancam pikiran dan hatimu, terutama ibu.

Merasa sedih dan berlarut-larut, tidak hanya membahayakan kesehatan ibu. Namun, itu juga dapat memperburuk kesehatan dan perkembangan janin. Meskipun sulit, Anda dan keluarga Anda harus mampu menghadapinya.

“Cara terbaik adalah menjaga kesehatan secara umum.” Baik ibu hamil dan janin, “tambah Dr. Denny Irwansyah.
Langkah pengasuhan terbaik dapat diambil

Ketika kondisi janin diketahui saat mendeteksi bibir sumbing, mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengubah keadaan.

Namun, asupan nutrisi dan menjaga kesehatan ibu hamil adalah kunci utama yang harus dijaga untuk perawatan bibir sumbing pada janin.

Orang tua juga harus mulai mempersiapkan semua perawatan yang diperlukan untuk anak nanti, setelah kelahirannya.

Bibir sumbing bukanlah kondisi permanen yang tidak dapat diperbaiki. Kondisi ini masih sangat mungkin untuk dikoreksi dengan berbagai tindakan medis, seperti labioplasty (penyatuan celah pada bibir dan batang).

Dalam kondisi tertentu, anak mungkin memerlukan prosedur medis tambahan, seperti pencangkokan tulang, operasi hidung (perbaikan tulang hidung), operasi perbaikan rahang dan operasi saluran telinga.

Namun, ini menunjukkan bahwa bayi Anda dalam kandungan masih bisa tumbuh sehat.

Untuk membuat rencana perawatan bibir sumbing pada anak-anak, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. Dokter akan membantu dengan segala perawatan yang Anda butuhkan dan waktu yang tepat untuk menindaklanjutinya.

Baca juga: