Definisi Konsolidasi Lengkap Menurut Para Ahli

Definisi Konsolidasi Lengkap Menurut Para Ahli

sariwarna.co.id – Apa itu konsolidasi? Secara umum, arti konsolidasi adalah tindakan atau upaya untuk menyatukan, memperkuat dan memperkuat hubungan antara dua kelompok atau lebih untuk menciptakan kesatuan yang lebih kuat.

Tujuan konsolidasi adalah untuk menyatukan semua elemen yang memiliki kesamaan tertentu, seperti asal daerah, agama atau kelompok yang mengejar tujuan yang sama.

Misalnya, istilah “konsolidasi” banyak digunakan di berbagai bidang kehidupan. Sosial, komersial, akuntansi dan lainnya.

Berikut adalah beberapa penggunaan istilah “konsolidasi” di berbagai bidang;

Konsolidasi bisnis, di mana dua atau lebih perusahaan bergabung untuk membentuk perusahaan baru dan perusahaan baru mengasumsikan semua hak dan kewajiban masing-masing perusahaan.
Konsolidasi dalam akuntansi, d. H. Persatuan laporan tentang semua aset, dana sendiri, kewajiban, dan akun operasi perusahaan induk dan dikendalikan dalam bentuk laporan keuangan.
Konsolidasi dalam sosiologi, yang merupakan bentuk penguatan afiliasi masyarakat dalam kelompok sosial yang terdiri dari berbagai elemen seperti agama, etnis, status sosial, gender dan lain-lain.

Jadi inti dari konsep konsolidasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkuat, menggabungkan, menggabungkan atau menghubungkan berbagai hal.

Pentingnya konsolidasi menurut para ahli

Untuk lebih memahami arti konsolidasi, kita bisa merujuk pada pendapat para pakar berikut:

1.Novel Nurbawa

Menurut Roman Nurbawa, konsolidasi berarti likuidasi dua atau lebih perusahaan, yang kemudian akan digantikan oleh perusahaan baru yang secara finansial akan mengambil alih semua aset perusahaan yang dibubarkan.

2. Rudi Prasetya

Menurut Rudi Prasetya, konsolidasi berarti pembubaran dua atau lebih perusahaan dan penggantinya dengan perusahaan baru. Setiap masyarakat yang bubar telah bergabung menjadi satu perusahaan.

3. Aliminsyah

Menurut Aliminsyah, pentingnya konsolidasi adalah penggabungan perusahaan antara dua atau lebih perusahaan untuk melanjutkan operasi bersama dan semua perusahaan yang telah gulung tikar.

4. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, istilah konsolidasi adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dalam perusahaan dengan visi yang sama.

5. Peraturan pemerintah

Menurut keputusan pemerintah n. 28 tahun 1999, konsolidasi berarti penggabungan dua bank atau lebih dengan menciptakan bank baru dan membubarkan bank lama tanpa terlebih dahulu melikuidasi.

Karakteristik konsolidasi

Konsolidasi memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari merger perusahaan dengan cara lain. Karakteristik konsolidasi adalah sebagai berikut:

Merger atau merger dua atau lebih perusahaan dilakukan dengan mendirikan perusahaan baru.
Perusahaan lama mana pun yang bergabung akan dilikuidasi tanpa proses likuidasi yang berkelanjutan.
Perusahaan baru yang bergabung dengan beberapa perusahaan harus memiliki status kepribadian hukum yang baru.
Proyek konsolidasi dan konsep instrumen konsolidasi harus disetujui oleh RUPS di setiap perusahaan.
Semua aset dan kewajiban entitas yang bergabung secara otomatis ditransfer ke entitas yang baru.
Konsep instrumen konsolidasi yang disetujui oleh RUPS didefinisikan dalam instrumen konsolidasi yang diterbitkan untuk notaris di Indonesia.
Perusahaan yang dikonsolidasi yang baru akan memiliki status badan hukum sejak tanggal keputusan Menkumham tentang merger perusahaan tanpa likuidasi.

Contoh perusahaan konsolidasi

Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa makna konsolidasi adalah bahwa dua atau lebih perusahaan bergabung secara hukum dan sebagai gantinya sebuah perusahaan dengan nama baru didirikan, bahkan jika perusahaan baru membiayai secara finansial hak dan kewajiban entitas. untuk meleleh akan mengambil alih.

Beberapa contoh perusahaan yang dihasilkan dari konsolidasi adalah:

Bank Mandiri, hasil konsolidasi Bank Bumi Daya (BBD), Bank Perdagangan Negara (BDN), Bank Impor Ekspor Indonesia (Bank Exim) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
SmartFren, hasil konsolidasi PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8), PT. Smart Telecom (Cerdas).
Indonesian Professional Reasurer (IPR), hasil konsolidasi PT. Reinsurance Internasional Indonesia (Reindo), PT. Reasuransi Nasional Indonesia (Nas Re), PT. Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) dan PT. Maskapai reasuransi Indonesia (Marein).

Sumber: https://ruangpengetahuan.co.id/

Baca Artikel Lainnya:

Cara Memutihkan Selangkangan Secara Tradisional

Penyebab Penyakit Dakriosistitis dan Efek Sampingnya